Home
/
Digilife

7 Fakta Robot Trading, Bikin Untung atau Malah Merugikan?

7 Fakta Robot Trading, Bikin Untung atau Malah Merugikan?
Tomy Tresnady07 October 2021
Bagikan :

Ilustrasi (Foto: Andrea de Santis)

Uzone.id - Di era Industri 4.0, aktivitas manusia sudah banyak yang dikendalikan oleh artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Tak terkecuali untuk perdagangan forex atau mata uang kripto (cryptocurrency) pun dibantu oleh otomatisasi yang akrab disebut robot trading dengan sistem AI.

Untuk istilah trading sendiri memang sering dihubungkan dengan trading forex (valuta asing/valas) dan trading cryptocurrency (aset kripto). Keduanya memungkinkan dijalankan dengan robot trading.

BACA JUGA: Koin Shiba Inu Viral di Indonesia Gara-gara Twit Elon Musk

Trading forex sudah dilakukan oleh orang-orang terlebih dahulu. Setelah itu orang-orang melakukan trading kripto yang baru muncul tahun 2009.

Bagi kamu yang ingin mencoba trading forex atau trading kripto pakai robot trading, alangkah baiknya menyimak beberapa fakta yang dijelaskan di bawah ini agar kamu tidak ‘tersesat’.

1. Wajib waspada

Bagi kamu yang ingin mendapatkan untung lewat robot trading, kamu wajib waspada karena Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan telah memblokir 954 domain situs web entitas di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) ilegal.

Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana lewat pernyataan resmi kepada media, pada Sabtu (18/9), bahwa di bulan Agustus 2021 ada 249 situs yang diblokir. Bulan itu jadi yang paling banyak situs ilegal diblokir.

2. Berkedok robot trading

Wisnu juga menjelaskan pada umumnya domain milik entitas ilegal terdiri atas duplikasi situs web dari pialang berjangka yang memiliki perizinan dari Bappebti, situs web introducing broker dari pialang berjangka luar negeri dan penawaran paket investasi forex berkedok penjualan robot trading.

Bappebti masih menemukan penawaran, iklan, dan iklan investasi PBK menggunakan robot trading atau Expert Advisor (EA). Mereka menampilkan legalitas berupa Surat Izin Penjualan Langsung (SIUPL) untuk berusaha di bidang penjualan langsung berupa software e-book.

Kenyataannya justru berbeda, Bappebti menemukan adanya praktik penawaran paket-paket investasi dengan menggunakan robot trading (EA) menggunakan sistem member get member, bukan menjual e-book sebagaimana izin berusaha di bidang penjualan langsung tersebut diberikan.

Terdapat juga entitas yang menawarkan paket investasi robot trading (EA) hanya dengan mencantumkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Nomor Induk Berusaha (NIB).

BACA JUGA: Tak Cuma Dijemput Mobil Pickup Kusam, Netizen Soroti Rumah Peraih Medali Emas NTT

3. Multi-tasking

Meskipun banyak robot trading yang diblokir Bappeti, namun robot trading juga bisa mendatangkan keuntungan seperti bisa multi-tasking sehingga robot trading bisa menjalankan ratusan hingga ribuan instruksi per detik.

Namun, tak semua robot trading punya performa tinggi. Jadi tergantung pada sistem yang dibawanya.

4. Tak terpengaruh emosi

Robot trading tidak memiliki emosi seperti manusia. Jadi, robot trading menjalankan instruksi sesuai yang diprogramkan.

Bandingkan dengan trading manual yang bisa terpengaruh emosi sehingga aksi jual atau beli kadang berlandaskan instuisi.

Robot trading juga bisa berjalan 24 jam non-stop sehingga bisa siap kapan saja menjalankan perintah berdasarkan program.

5. Butuh Biaya

Saat kamu menjalankan robot trading, maka kamu harus mengeluarkan biaya untuk ‘jasa’ robot trading tersebut. Jadi, berbeda dengan trading manual.

Harga yang ditawarkan oleh penyedia jasa robot trading bervariasi, ada yang ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

BACA JUGA: Review Tecno POVA 2: Layar Besar, Puas Main Game! Kamera?

6. Tidak bisa beradaptasi

Robot trading tidak seperti manusia yang bisa langsung melakukan order ketika membaca rilis berita. Masalahnya, robot trading sudah diprogram untuk berpikir ‘lurus’ sehingga konsisten dengan yang diprogramkan.

Selain itu, tidak semua broker mengijinkan pakai robot trading karena khawatir server menampung beban tinggi saat order market berlebih. Hal itu bisa saja bikin server broker bermasalah.

7. Tes robot trading

Sebelum memanfaatkan robot trading, pada umumnya performa robot trading bisa dites dengan metode backtest dan forward testing. Hal itu membuat kamu bisa tahu sejauh mana kemampuan robot trading tersebut.

Selain itu, pastikan juga robot trading yang kamu incer sudah mendapat banyak ulasan baik dari para pengguna lain.

populerRelated Article