Home
/
Automotive

5 Bagian Mobil yang Bisa Rusak Saat Terendam Banjir

5 Bagian Mobil yang Bisa Rusak Saat Terendam Banjir
Bagja Pratama12 October 2022
Bagikan :

Uzone.id - Hujan masih bakal terus mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya, ancaman banjir pun masih mengintai. Para pengguna mobil harus lebih waspada, jangan sampai mobilnya terjebak dan terendam banjir.

Kalau sampai itu kejadian, dompet bisa terkuras, soalnya potensi kerusakan mobil yang terendam bajir bisa banyak dan dengan biaya yang banyak juga.

Kalau menurut Benny Fajarai, Co-Founder asuransi Lifepal, opsi untuk memiliki asuransi yang menawarkan manfaat berupa kerusakan akibat banjir bisa jadi pilihan yang tepat saat ini.

“Hal itu sebagai bentuk perlindungan terhadap kendaraan dan juga faktor finansial,” ujar Benny dalam keterangan resminya dikutip Uzone.id  

BACA JUGA: Diguyur Hujan Lebat, Jalan Raya di Jakarta Berubah Jadi Sungai

Berdasarkan keterangannya, ada 5 kerusakan yang dialami mobil jika terendam banjir:

1. Mesin 

Umumnya mesin mengalami water hammer. Keadaan di mana ruang bakar terkontaminasi air sehingga menyebabkan piston berlubang atau bengkok, hal ini disebabkan karena piston tidak dapat mengkompresi air. 

Biasanya hal ini paling sering dialami mobil yang nekat menerobos banjir atau menghidupkan mobil secara paksa saat keadaan terendam.

Maka terendam banjir setinggi kap mesin, sebaiknya jangan menyalakan kendaraan karena hal tersebut akan menyebabkan kerusakan parah seperti korsleting, atau kerusakan lain pada komponen elektrikal mobil. 

2. Bodi

Air merupakan musuh dari logam. Artinya, bodi mobil rentan berkarat saat terendam banjir. Air akan masuk ke dalam celah-celah mobil yang sulit dijangkau.

Air kotor yang dibawa banjir bisa saja mengandung bahan kimia atau zat asam yang mempercepat korosi mobil. 

3. Kelistrikan

Ketika mobil sudah terendam genangan air, komponen-komponen yang ada pada mobil dapat rusak seketika akibat masuknya air ke bagian ruang mesin, terlebih lagi jika air tersebut mengandung lumpur. 

Salah satunya adalah ECU, jika terjadi kerusakan pada otak mobil, maka aki, kabel-kabel, motor starter, dinamo, dan lain sebagainya, perlu dilakukan pengecekan secara menyeluruh, jika tidak dilakukan maka akan menyebabkan potensi korslet yang memicu kebakaran.

4. Interior

Dashboard, jok, plafon, doortrim, karpet, dan lainnya akan mengalami kerusakan parah. Meskipun dikeringkan tetap saja akan meninggalkan bekas banjir di setiap sisinya, mengingat banjir merupakan air kotor.

5. Kaki-kaki

Sektor kolong seperti kaki-kaki mobil sudah pasti wajib dicek saat mobil menjadi korban banjir. Misalnya saja bearing roda, rem, dan kopling. Air yang masuk ke komponen tersebut bakal mempercepat keausan pada komponen. 

Kopling yang terendam bisa menyebabkan karat dan membuat perpindahan gigi menjadi selip. Begitu pun dengan rem. Kotoran lumpur dari banjir bisa menghambat kerja sistem rem, seal dan piston rem akan cepat rusak.

populerRelated Article