5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Virus Mata-mata di WhatsApp

16 May 2019 by
5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Virus Mata-mata di WhatsApp

(Ilustrasi: Unsplash)

Uzone.id -- Belakangan ini mungkin kamu melihat deretan pemberitaan soal virus jahat yang bisa memata-matai dan mencuri data pengguna di WhatsApp. Jangan langsung panik.

Memang ini adalah masalah penting bagi WhatsApp yang selama ini dikenal mengusung enkripsi aman. Ada beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang serangan siber ini, gaes.

Supaya gak bingung dan tanya sana-sini dan malah jadi bikin bingung semua orang, berikut hal-hal penting seputar serangan virus di WhatsApp tempo hari.

1. Sebenarnya ada apa?

Ada peretas yang memasang spyware yang disebarkan melalui panggilan telepon WhatsApp.

Spyware ini bisa mencuri data pengguna melalui panggilan, teks, hingga mengaktifkan kamera dan mikrofon ponsel si pengguna.

2. Siapa dalangnya?

Menurut Financial Times, perusahaan intelijensi siber asal Israel, NSO Group adalah pihak yang mengembangkan spyware-nya.

Yang bikin bahaya, spyware ini bisa menjangkit akun WhatsApp begitu mudahnya, bahkan ketika kita gak mengangkat panggilan telepon WhatsApp sekalipun dan bisa tersembunyi di balik aktivitas log-in.

Baca juga: Waspada, Ada Virus Mata-mata Menyusup ke WhatsApp

3. Ponsel apa yang terkena spyware WhatsApp?

Semua brand ponsel yang sudah menginstall aplikasi WhatsApp atau WhatsApp Business bisa terjangkit spyware.

Menurut Facebook selaku induk perusahaan WhatsApp, brand yang berjalan di sistem operasi iOS, Android, Windows Phone, hingga perangkat Tizen bisa terjangkit. Sejauh ini pengguna total WhatsApp skala global berkisar di angka 1,5 miliar user.

4. Siapa aja yang kena?

Jumlah pengguna yang kena spyware ini belum diketahui. Namun, beberapa target awal termasuk pengacara HAM di Inggris dan seorang peneliti Amnesty International sudah diidentifikasi.

Kalau kamu belum pernah menerima panggilan WhatsApp dari pihak gak dikenal, kemungkinan kamu gak termasuk ke dalam target penyebaran spyware ini.

Baca juga: Google Nyerah Tandingi WhatsApp

5. Terus, harus gimana untuk proteksi?

Facebook menerapkan perubahan server untuk membantu proteksi pengguna dan merilis update aplikasi WhatsApp untuk berbagai tipe ponsel pintar pada Senin kemarin (13/5).

Semua pengguna WhatsApp disarankan mengecek pembaruan aplikasi secara manual melalui berbagai platform seperti Apple App Store dan Google Play Store. Jangan lupa juga cek sistem operasi ponsel, kalau bisa sudah versi terbaru juga agar perlindungan software lebih terjamin.

Lalu, harus berhenti pakai WhatsApp gak, sih?

Kalau kamu parno, sebenarnya gak salah kalau mau langsung uninstall aplikasi WhatsApp untuk sementara waktu.

Tapi… perlu diketahui, aplikasi manapun bisa mengalami kerentanan keamanan, gaes, bahkan perusahaan besar seperti Facebook sekalipun bisa membuat kesalahan.

Baca juga: WhatsApp, Instagram dan Facebook Messenger Mau Digabung

Sisi positif dari kasus WhatsApp ini, perusahaan menghadapi masalah ini dengan cepat dan tanggap dengan menyediakan versi terbaru aplikasi yang lebih aman dan menyebarkan imbauan agar pengguna seluruh dunia bisa langsung update.

Gak ada jaminan aplikasi pesan instan lain gak akan mengalami masalah serupa.

Untuk sekarang ini, apalagi kalau kalian gak bisa lepas dari WhatsApp, sah-sah aja untuk tetap waspada dan mengecek pembaruan aplikasi sesering mungkin agar tetap aman.

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
100%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

219 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
rhoma Irama 26 May 2019 | 06:07:45

semoga makin tambah maju ya whatsapp nya

Sulhan Am 26 May 2019 | 05:53:00

semua pasti ada virus bahaya tuh hati hati

.... 26 May 2019 | 05:30:04

bahaya juga ya harus lebih hati2 lagi nih

Ilham Putra 26 May 2019 | 05:15:00

sebaiknya lebih hati hati jangan jadi hoakers

Ocot Ocot 26 May 2019 | 00:50:53

bahaya juga ya harus lebih hati-hati lagi nih

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top