Home
/
Automotive

Air Hujan Itu Jahat Buat Mobil, Waspada Karat dan Jamur

Air Hujan Itu Jahat Buat Mobil, Waspada Karat dan Jamur
Bagja Pratama24 November 2019
Bagikan :

Foto: Ilustrasi - Ist

Uzone.id - Memasuki musim hujan, saatnya perlakuan ekstra buat mobil kalian agar selalu sehat, karena air hujan itu sejatinya berbahaya buat mobil. Waspadalah!

Hampir pasti, saat hujan gak hanya bodi yang tersiram air yang punya tingkat keasaman tinggi itu, bagian kaki-kaki dan kolong juga bakal jadi korban. Memang, efeknya gak langsung, tapi air hujan dan kotoran genangan air sifatnya korosif.

Iyes, kita harus waspada dari air hujan, tapi jangan juga sampai ngebuat kalian jadi ogah hujan-hujanan pakai mobil dan pada akhirnya malah menghambat aktifitas.

VIDEO Review Xpander Cross First Impression:

Asal tau cara merawat mobil di musim hujan, efek bahaya dari air hujan seperti karat dan jamur bisa dihindari kok.

1. Jangan biarkan air hujan mengering

Habis ujan-ujanan pakai mobil, baiknya kalau ada kesempatan, secepatnya kalian basuh mobilnya dengan air bersih, jangan kasih kesempatan air hujan mengering, baik di bodi, kaca, bahkan kaki-kaki.

Dan jangan langsung mengelap sampai kering sisaan air hujan yang menempel di bodi. Baiknya memang disiram air bersih dulu agar menghilangkan kadar keasaman dari air hujan.

Sebab kalau dibiarkan mengering, paling pasti jamur bakal segera hinggap dan membuat warna mobil dan kaca-kaca jadi kusam.

Cermati bagian bodi, kaca-kaca, lampu, kaki-kaki, knalpot sampai bagian kolong mobil, sebisa mungkin dibilas air bersih segera setelah hujan-hujanan, untuk menghindari karat dan jamur.

2. Pastikan wiper dan washer bekerja dengan baik

Dua piranti ini mendadak jadi penting saat hujan, utamanya buat menjamin keselamatan berkendara kalian. Sebab, kalau wiper gak optimal dan washer gak nyala, mendingan minggir sejenak sampai hujan berhenti deh.

Cek kondisi karet wiper, usahakan masih dalam kondisi yang baik, tidak getas, apalagi mengeras. Sebab, bisa membuat sapuan air gak merata dan parahnya bisa ngebuat kaca baret karena gesekan pergerakan wiper.

Begitu juga dengan washer, pastikan semprotannya bekerja dengan baik dan terarah. Sehingga, kalau kaca kotor, sebelum disapu dengan wiper, baiknya disemprot dulu dengan washer, agar partikel debu tidak menggores kaca.

Kalau karet wiper sudah berumur 6 bulanan, baiknya ganti baru. Dan jangan lupa siapkan peniti di mobil, untuk mengantisipasi washer mampet arena kotoran. Fungsi peniti untuk membersihkan kotoran di lubang washer.

3. Cek ruang mesin

Berada dibalik kap mesin, bukan jaminan mesin bebas terkena air. Gak cuma bikin korslet kelistrikan, air juga lumayan bahaya kalau masuk ke komponen yang haram terkena air.

Karet-karet pelindung bagian kaki-kaki dan sokbreker misalnya, jangan sampai terkena air yang bisa membuat kotoran dan debu menempel, apalagi kalau komponen bergerak, pelumasan bakal luntur dan bisa melukai komponen karena debu dan kotoran tersebut.

4. Pakai karpet lantai tambahan

Biasanya kalau musim hujan, kalian masuk ke dalam mobil dalam kondisi telapak sandal atau sepatu basah. Dan banyak juga butiran-butiran kotoran yang menempel.

Selain menghindari genangan air di lantai mobil yang bisa menyebabkan karat dan kelembaban yang memicu jamur, kotoran juga jadi mudah dibersihkan dengan karpet tambahan, karena tinggal diangkat dan dibersihkan di luar.

5. Parkir di tempat yang terlindungi

Kalau lagi gak jalan, atau mobil dalam kondisi terparkir, pilih-pilih tempat parkir yang baik deh. Minimal yang ada atapnya, agar tidak langsung terkena siraman air hujan.

Manfaatkan cover pelindung mobil juga lebih baik, bedakan jenis dan peruntukkannya. Cari yang anti air dan kalau parkirnya diluar, pilih yang tahan untuk kondisi outdoor.

VIDEO Review dan Nyoba Motor Listrik Lokal, Gesits:

populerRelated Article