Home
/
Health

Hanya 3% Orang Indonesia Sadar Pakai Alat Kontrasepsi

Hanya 3% Orang Indonesia Sadar Pakai Alat Kontrasepsi
Susetyo Prihadi06 August 2019
Bagikan :

Ilustrasi (Freepik)

Uzone.id - HonestDocs, sebuah platform informasi kesehatan, memaparkan hasil riset nasional yang bertujuan untuk mengidentifikasi metode dan pola kontrasepsi terpopuler di Indonesia.

Penelitian ini melibatkan total 13.506 responden dari berbagai usia, dengan proporsi responden wanita sebesar 51% dan pria sebesar 49%, yang sebagian besar berasal dari usia subur, 25-34 tahun.

Dari penelitian tersebut, HonestDocs menemukan bahwa hanya sekitar 33% responden menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual. Sekitar 67% mengaku tidak menggunakan alat kontrasepsi karena berbagai alasan, seperti: mengurangi kenikmatan hubungan intim, takut efek samping, mencoba hamil, alasan agama, atau karena sudah steril, sehingga tidak perlu memakai kontrasepsi. Dari data HonestDocs, provinsi dengan tingkat penggunaan kontrasepsi terendah adalah Bengkulu, Aceh, Yogyakarta, Bali, dan Banten.

Baca juga: 57% Remaja Indonesia Masih Tabu dengan Pendidikan Seks

Angka penggunaan kontrasepsi ini cukup mengkhawatirkan, terutama karena angka kehamilan remaja Indonesia di luar nikah kerap meningkat lebih dari 500 kasus setiap tahun. Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia pada tahun 2017, hal ini disebabkan karena rendahnya pengetahuan anak muda tentang kesehatan reproduksi, serta kurangnya akses terhadap informasi yang akurat tentang metode kontrasepsi.

“Kami membuat riset ini dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kontrasepsi. Selain efektif mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, alat kontrasepsi juga penting digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi menular seksual (IMS). Oleh karena itu, tim HonestDocs selalu memberikan pemaparan yang jelas dan akurat tentang kesehatan reproduksi dan metode kontrasepsi melalui website yang telah didukung oleh tenaga medis. Harapannya, kami dapat meningkatkan pengetahuan umum masyarakat, terutama anak muda yang aktif secara seksual,” kata tim dokter HonestDocs.

Baca juga: Hati-hati Pria juga Bisa Bau Ikan Asin

Dari sekian banyak jenis alat kontrasepsi, riset HonestDocs menemukan bahwa mayoritas responden (63,2%) memilih kondom sebagai alat kontrasepsi utama.

Kondom memiliki tingkat efektivitas hingga 98% untuk pencegahan kehamilan dan menjadi satu-satunya alat kontrasepsi yang dapat mencegah penularan penyakit seksual. Kondom dipilih karena praktis, mudah ditemukan di toko, dan memiliki harga yang terjangkau. Berdasarkan riset, kondom paling banyak digunakan oleh responden usia muda, yaitu 18-24 tahun (78%) dan remaja 12-17 tahun (72%).

Setelah kondom, alat Intrauterine Device (IUD) menjadi pilihan kedua responden (8,9%) dengan tingkat efektivitas yang hampir sempurna, yaitu 99,8%. Sebagai informasi, IUD merupakan sebutan untuk sebuah alat berbentuk huruf T yang dimasukkan ke dalam vagina untuk mencegah pembuahan.

Sementara itu, pil KB yang memiliki tingkat efektivitas hingga 98% menjadi alat kontrasepsi ketiga yang paling populer di Indonesia (7,4%). Sisanya, responden memilih berbagai alat kontrasepsi lain, seperti suntik KB (5%), tubektomi/sterilisasi (3,1%), KB implan (1,5%), ejakulasi di luar (1,1%), vasektomi pria (0,6%), spermisida (0,6%), dan diafragma (0,6%).

“Setiap alat kontrasepsi memiliki kelebihan, kekurangan, dan tingkat efektivitas yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi semua pasangan di Indonesia untuk mengetahui informasi lengkap tentang alat kontrasepsi yang dipilih. Jika ragu, mereka juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter-dokter profesional yang tersedia di platform HonestDocs. HonestDocs membuat sesi konsultasi kesehatan menjadi lebih privat, nyaman, dan praktis, karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, tanpa menunggu antrian atau jam praktek,” ujar tim dokter HonestDocs.

HonestDocs merupakan platform kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan menyediakan konten medis terpercaya, tanya jawab dengan dokter secara online, hingga layanan penjemputan dan pengiriman obat-obatan ke seluruh Indonesia. Didirikan pada tahun 2017, kini platform HonestDocs telah melayani lebih dari 20 juta pengguna aktif setiap bulannya.

populerRelated Article