Home
/
Digilife

Ilmuwan Temukan Selendang yang Bisa \'Bicara\'

Ilmuwan Temukan Selendang yang Bisa \'Bicara\'
Vania Puteri16 March 2021
Bagikan :

Uzone.id - Saat pertama kali dilihat, mungkin terlihat biasa saja layaknya syal pada umumnya dengan dekorasi motif garis-garis berwarna biru kehijauan, biru dan oranye. Akan tetapi rupanya kain ini bisa diajak berkomunikasi, loh!

Menurut laporan dari JapanToday, Senin, 15 Maret 2021, kain ini bisa dipakai, dilipat dan dicuci namun juga memiliki fungsi sebagai display yang dapat bekerja sepenuhnya! Kain ini dapat menampilkan pesan, gambar, atau bahkan digunakan dengan keyboard.

Kain ini dikembangkan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Huisheng Peng, seorang profesor dari departemen teknik makromolekuler di Universitas Fudan, Shanghai menurut jurnal Nature.
Ia percaya kain ini dapat merevolusi bentuk komunikasi dan “membantu individu menyuarakan isi pikirannya, percakapan, dan kesulitan berbahasa dengan orang lain”.

scarf speaks
Preview

"Kami berharap bahan serat tenun ini akan membentuk elektronik generasi mendatang dengan mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat elektronik," katanya kepada AFP, yang Uzone.id kutip pada Selasa, 16 Maret 2021.

Akan tetapi terdapat batasan untuk sebagian besar kain dengan fitur teknologi ini. Kebanyakan bahannya dibuat dengan memasang atau menenun perangkat pemancar cahaya film tipis ke kain. Hal ini mengakibatkan bahan yang tidak breathable atau adem dan sedikit kaku.

Produk kain canggih ini juga seringkali rapuh dan rentan terhadap kerusakan. Peng dan rekan-rekannya telah menghabiskan satu dekade untuk memikirkan cara meningkatkan teknologi yang ada, dengan bereksperimen menggunakan material yang berbeda.

Tim memutuskan untuk mencoba membuat titik cahaya yang sangat kecil di tempat pertemuan serat kain tenun. Untuk membuat titik-titik cahaya yang kecil ini, mereka membutuhkan lengkungan bercahaya dan benang pakan konduktif yang dapat dijalin bersama dengan kapas atau serat serupa.

Setelah menguji kombinasi yang berbeda, mereka memasang benang ilusi berlapis perak yang dilapisi dengan komposit bercahaya, dan benang pakan konduktif yang dipintal dari sejenis gel. Kedua bahan itu ditenun dengan kapas menjadi sepotong kain sepanjang enam meter dan lebar 25 sentimeter.

Apabila arus listrik diterapkan pada lapisan benang berlapis perak, maka benang berlapis perak yang bersentuhan dengan serat gel konduktif akan menyala. Jumlah daya yang dibutuhkan untuk menerangi materi tampilan dibatasi, agar kain tidak tidak menghasilkan suhu yang terlalu panas.

Sebagai uji coba, kain ini dibiarkan di udara terbuka selama sebulan, serta melewati 100 siklus cuci-dan-kering, dan dilipat 10.000 kali. Semua uji coba ini tidak mempengaruhi kecerahan kain tersebut. Studi tersebut mengatakan bahwa kain dapat menggunakan baterai atau bahkan menggunakan energi matahari.

Tapi apa tujuannya? Peng memiliki beberapa opsi kegunaan dari kain ini, termasuk tampilan lengan dinamis yang dapat. Sebagai contoh, kain ini memungkinkan pengemudi untuk melihat peta GPS di lengan mereka saat bergerak. Ia juga berharap kain tersebut dapat membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan berkomunikasi karena masalah kesehatan atau kendala bahasa.

Dalam satu percobaan dengan kain tersebut, mereka mengumpulkan gelombang otak dari sukarelawan yang telah memainkan permainan mobil balap atau bermeditasi - mensimulasikan seseorang dalam keadaan stres atau santai. Saat dipasangkan dengan prosesor, gelombang tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pesan yang ditampilkan di kain dengan tulisan "santai" atau "cemas".

Peng mengatakan ada beberapa peningkatan pada kain yang sekarang akan dikerjakan tim, termasuk membuat tampilan lebih cerah, resolusi lebih jelas, dan titik luminescent tersedia dalam lebih banyak warna.

populerRelated Article