Home
/
Startup

Indonesia Sudah Punya 21 Startup Unicorn, Apa Saja?

Indonesia Sudah Punya 21 Startup Unicorn, Apa Saja?
Vina Insyani14 March 2023
Bagikan :

Uzone.id — Indonesia merupakan salah satu negara yang menarik banyak minat investor berkat pertumbuhan startup yang meningkat pesat. Hingga akhir 2022 kemarin, Kominfo mencatat ada 2.346 startup di Indonesia.

Dari ribuan startup ini, tercatat ada 21 startup berstatus unicorn di Indonesia. FYI, gelar unicorn ini diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar atau sekitar Rp15,5 triliun.

Nah, berikut 21 startup di Indonesia yang sudah memiliki status unicorn hingga tahun 2022 kemarin.

Lazada

E-commerce yang beroperasi di Asia Tenggara ini berhasil menjadi unicorn pada tahun 2013 lalu. Pada Februari 2022 lalu, Alibaba mengucurkan dana sekitar USD378,5 juta pada e-commerce yang satu ini.

Grab 

Platform ride hailing dan food delivery yang berasal dari Singapura ini berhasil menyandang status unicorn di Indonesia pada tahun 2014 lalu. Indonesia sendiri merupakan pasar terbesar dari Grab dan memiliki bisnis sendiri bernama Grab Indonesia.

Garena

Di tahun yang sama, perusahaan game miliki Sea Group Garena berhasil menyandang status sebagai unicorn pada tahun 2015.

Startup game yang disebut sebagai Tencent-nya Asia Tenggara ini berasal dari Singapura dan memiliki game terkenal, Free Fire.

Gojek

Platform ride hailing Gojek berhasil menjadi startup Indonesia pertama yang menyandang status sebagai unicorn pada tahun 2016. Perusahaan ini juga menjadi yang pertama memperkenalkan layanan food delivery online di Indonesia. 

Pada April 2021 lalu, Gojek diperkirakan memiliki valuasi sekitar USD10 miliar atau sekitar Rp155 triliun.

Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak

Ketiga startup ini menjadi unicorn di tahun 2017. Tokopedia menjadi unicorn bersamaan dengan masuknya investasi dari Alibaba dan memiliki valuasi sebesar USD7 miliar dolar pada tahun 2021 lalu.

Selanjutnya, platform travel Traveloka juga menjadi unicorn setelah disokong oleh investor Amerika Serikat yang juga merupakan perusahaan travel global, Expedia.

Baca juga: 17 Startup Masuk Program Startup Studio Indonesia 2023, Siapa Saja?

E-commerce Bukalapak juga menyandang status sebagai unicorn di tahun tersebut, dan pada tahun 2021, Bukalapak menjadi perusahaan teknologi unicorn pertama di Indonesia yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut laporan dari Forbes, Bukalapak meraup dana hingga USD1,5 miliar atau Rp21,9 triliun (kurs rupiah tahun 2021) lewat IPO tersebut.

OVO, JD.ID, dan Bigo

Di tahun 2019, tiga startup lainnya berhasil menjadi unicorn, yaitu platform e-wallet OVO, e-commerce JD.ID dan layanan streaming Bigo.

E-wallet OVO berhasil menjadi startup berstatus unicorn dengan valuasi sebesar USD2,9 miliar pada tahun 2022 kemarin.

Selanjutnya, e-commerce yang merupakan cabang dari JD.com, JD.ID juga menjadi salah satu startup unicorn di Indonesia dengan valuasi lebih dari USD1 miliar. Sempat menjadi e-commerce yang populer di Indonesia, Maret 2023 nanti JD.ID akan sepenuhnya tutup layanan dan hengkang dari Indonesia.

Bigo Live, layanan streaming yang cukup populer beberapa tahun ke belakang juga berhasil menjadi unicorn di Indonesia pada tahun 2019 dengan valuasi USD2,1 miliar.

GoPay

Layanan e-wallet yang masih satu ekosistem dengan Gojek, Gopay berhasil menjadi startup berstatus unicorn pada tahun 2020. Layanan yang kini sudah menjadi e-wallet untuk layanan lain ini disebutkan memiliki valuasi USD4 miliar.

J&T Express, Xendit, Ajaib

Tahun 2021 menjadi tahun yang cukup cemerlang karena banyak startup unicorn yang lahir di Indonesia.

Layanan pengiriman J&T Express berhasil menjadi unicorn dengan valuasi USD20 miliar, bahkan J&T menjadi salah satu dari dua startup yang menyandang status sebagai decacorn, bersama dengan GoTo.

Layanan fintech Xendit juga berhasil menjadi unicorn dengan valuasi di atas USD1 miliar atau setara dengan Rp15,5 triliun.

Kemudian, startup investasi saham dan reksadana Ajaib juga menjadi unicorn dan berhasil menjadi fintech investasi yang berstatus unicorn pertama di Asia Tenggara.

Tiket.com, Blibli, Kopi Kenangan

Masih di tahun 2021, Tiket.com juga menyandang status unicorn dengan valuasi lebih dari USD1 miliar. Kemudian, e-commerce Blibli juga menyandang unicorn di tahun yang sama dengan valuasi di atas USD1 miliar.

Startup atau perusahaan F&B Kopi Kenangan sudah berstatus unicorn dan memperoleh pendanaan dari berbagai investor termasuk penyanyi Jay Z.

Baca juga: eFishery Siap Jadi Unicorn Lokal Berikutnya?

Tahun 2021 lalu, startup kuliner ini memperoleh pendanaan seri C tahap pertama sebesar USD96 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun dan melakukan ekspansi ke Malaysia.

Rumah.com, Carro, Flash Coffee

Perusahaan luar negeri yang juga beroperasi di pasar Indonesia turut menyandang stastus unicorn pada tahun 2021. Beberapa diantaranya adalah Rumah.com (Property Guru dari Singapura), e-commerce mobil bekas Carro dan Carsome.

Ada juga perusahaan yang bergerak di layanan pengiriman, Ninja Van dan startup kuliner Flash Coffee.

Kredivo, DANA dan Akulaku

Giliran beberapa startup Indonesia yang berhasil menyandang status unicorn. Kredivo muncul sebagai startup fintech yang memiliki valuasi USD2,5 miliar.

Kemudian, startup e-wallet DANA juga berhasil menjadi startup unicorn dengan valuasi lebih dari USD1 miliar pada tahun 2022.

Startup fintech lending Akulaku juga menjadi startup unicorn pada tahun 2022 dengan valuasi mencapai USD1 miliar.

Potensi Unicorn di 2023

Indonesia berpotensi menambah unicorn baru, startup aquatech eFishery dilaporkan sedang menggalang dana baru yang akan menaikkan status mereka menjadi unicorn. Baru-baru ini, startup tersebut juga telah meraih investasi sebesar USD150 juta dari Khazanah Nasional Berhad.

Selanjutnya, Kominfo lewat Koordinator Digital Startup, Sony Sudaryana optimis kalau Indonesia akan menambah sekitar 5 startup di Indonesia pada tahun 2023.

populerRelated Article