Malaysia Tak Termakan Kampanye Blokir Huawei oleh AS

03 June 2019 by
Malaysia Tak Termakan Kampanye Blokir Huawei oleh AS

Pemerintah Malaysia menegaskan tidak 'termakan' kampanye Amerika Serikat (AS) yang memblokir Huawei, perusahaan teknologi raksasa asal China. Meskipun kampanye yang digembar-gemborkan AS menyebut kemungkinan perangkat Huawei digunakan sebagai alat untuk memata-matai.

Bahkan, negara sekutu AS mulai berpikir dua kali untuk menggunakan teknologi 5G milik Huawei. Inggris, misalnya, yang secara terang-terangan mengaku akan mendengarkan peringatan yang dikumandangkan Presiden AS Donald Trump terhadap teknologi Huawei.

Namun, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan negaranya tak akan mempertimbangkan kampanye Huawei oleh AS. "Kami malah berusaha memanfaatkan teknologi mereka (Huawei) sebanyak mungkin," ujarnya sembari memuji kecakapan Huawei, seperti dilansir CNN.com, Senin (3/6).

Sekadar mengingatkan, awal tahun ini Huawei bermitra dengan operator seluler Malaysia Maxis untuk melakukan uji coba 5G di Negeri Jiran tersebut.
Mahathir mengisyaratkan bahwa pemerintahannya tak mungkin mengambil sikap keras, meskipun ia mengakui ada isu keamanan di sekitar Huawei.


"Kami terlalu kecil untuk berpengaruh pada (Huawei). Ya mungkin ada beberapa mata-mata. Tapi apa yang bisa dilakukan mata-mata di Malaysia? Kami buku terbuka," imbuh dia.

Sementara itu, Juru Bicara Huawei Glenn Schloss menegaskan pihaknya tidak pernah diminta untuk memberikan akses ke teknologi milik perusahaan atau memberikan data atau informasi apapun tentang warga negara, maupun organisasi apapun kepada pemerintah mana pun.

Kendati demikian, kampanye blokir Huawei oleh AS tidak juga reda. Administrasi Gedung Putih bahkan melarang agen pemerintah menggunakan teknologi dari Huawei. Bahkan, awal bulan ini, AS menempatkan Huawei dalam daftar perusahaan asing yang dianggap merusak keamanan nasional AS.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut upaya AS memblokir Huawei dirancang untuk memastikan jaringan di mana arus informasi AS aman dan tidak akan berakhir di tangan Partai Komunis China. "Ini sangat mudah," katanya.

Berita Terkait

Apa Reaksi Anda ?

Love
100%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

232 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
candra 01 August 2019 | 18:53:00

Berkolaborasi lbih baik dripada melarang keras

SAIUL Tv 31 July 2019 | 07:04:11

bagus kalau gitu mah..

Dahin Afnurahman 28 July 2019 | 20:09:57

iya malaysia sih tidak termakan siapapun

rama saputra 28 July 2019 | 19:50:04

ga usah ikut campur dah itu urusan mereka

Adi Nursalim 14 July 2019 | 00:33:44

jamgan mau ikut campur urusan merka

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top