Home
/
Digilife

Nuon Tak Gentar dengan Spotify dkk, Dangdut dan Koplo Jadi Senjata!

Nuon Tak Gentar dengan Spotify dkk, Dangdut dan Koplo Jadi Senjata!
Hani Nur Fajrina11 February 2024
Bagikan :

Uzone.id – Nuon Digital Indonesia (Nuon) sebagai perusahaan digital lifestyle & entertainment di bawah naungan TelkomGroup memiliki beberapa fokus bisnis yang tampak begitu menjanjikan dan ambisius di 2024, salah satunya untuk lini musik. Hal unik yang ditekankan oleh Nuon adalah mereka tidak gentar jika harus berhadapan dengan Spotify, Deezer, Apple Music, dan lain-lain.

CEO Nuon, Aris Sudewo mengatakan bahwa pihaknya punya senjata sendiri untuk mengembangkan layanan dan bisnisnya di Indonesia, khususnya agar tetap berbeda dari layanan streaming musik yang jauh lebih populer.

“Aplikasi musik pasti orang tahunya Spotify, dan aplikasi populer lain yang menyajikan musik-musik Grammy, semuanya dari internasional, Korea, dan lain-lain. Nuon melalui aplikasi Langit Musik harus punya posisi yang beda di market,” jelas Aris saat sedang berbincang dengan media di Jakarta pada 7 Februari 2024.

Ia melanjutkan, “yang besar di masyarakat Indonesia adalah segmen lokal seperti pop local, koplo, dangdut. Ini yang menjadi fokus Langit Musik. Kami memperluas lagi library musik pop daerah seperti Pop Maluku, Pop Aceh, dan lain-lain. Kami siap mengangkat grassroot musik Indonesia yang tak jauh-jauh dari dangdut – lagu-lagu Pantura lah.”

Aris mempercayai, musik lokal identitas masyarakat Indonesia seperti dangdut dan koplo ini dapat menjadi daya tarik utama bagi pengguna Langit Musik.

“Harapannya bisa diterima di Pasuruan, Jember, Magelang, dan kawasan-kawasan lain. Target market utama kami adalah segmen low-end market. Musik-musik grassroot Indonesia ini menjadi representasi Indonesia,” kata Aris.

Sejauh ini, Langit Musik memiliki 11 juta lagu lokal dan internasional. Langit Musik juga percaya, dengan memperluas library genre dangdut serta koplo, platform digital ini dapat membantu memperkaya arsip katalog musik lokal yang memang masih minim sampai saat ini.

Nuon juga memiliki agregrator musik indie yang diberi nama Langitku. Dari penjelasan Aris, Langitku ini hadir sebagai kendaraan untuk music publishing dan music aggregator.

“Melalui Langitku, musisi yang sudah existing bisa fokus ke ranah indie, ada juga yang amatir mau goes professional. Mereka bisa upload karyanya lalu Langitku akan mendistribusikan ke Langit Musik, Spotify, Deezer, dan sebagainya. Langitku ini kami berharap bisa menjadi hub-nya musisi indie dan lokal untuk berkarya,” tutup Aris.

Diketahui, Nuon pada tahun 2023 tetap konsisten dalam pengembangan industri kreatif, khususnya pada bidang musik melalui layanan “Nada Sambung Pribadi”, Langitku, dan streaming musik Langit Musik yang hingga saat ini telah mencapai 17 juta pengguna.

Melalui layanan Langit Musik, Nuon percaya bahwa karya cipta anak bangsa tetap harus menjadi juara di tanah air dengan contoh nyata, yaitu dengan menggelar ajang bergengsi Indonesian Music Awards 2023 untuk yang ketiga kalinya bersama RCTI.

Ajang tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada musisi tanah air yang telah sukses melahirkan 14 juara dari berbagai kategori dengan total vote mencapai 10 juta.

populerRelated Article