Home
/
Music

Ubud Village Jazz Festival Siap Digelar untuk yang Kelima Kali

Ubud Village Jazz Festival Siap Digelar untuk yang Kelima Kali
Dedy Maryanto07 July 2017
Bagikan :

Di tahun ke limanya, Ubud Village Jazz Festival akan diselenggarakan pada tanggal 11 dan 12 Agustus 2017 di ARMA Museum, Ubud, Bali.

Festival Jazz Internasional "berbasis komunitas lokal" yang dimulai pada tahun 2013 ini, sedang gencar mempersiapkan diri untuk kelima kalinya.

Selain memperoleh banyak pujian dari para kritikus, musisi serta penonton,  dan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata, melalui Pesona Indonesia, keluarga Kerajaan Ubud dan masyarakat lokal Ubud, Festival ini diklaim sebagai salah satu Jazz Festival terbaik di wilayah Asia Tenggara dan menjadi salah satu atraksi baru dari agenda pariwisata Bali yang wajib ditonton. "Kami mencoba untuk menampilkan musik jazz dengan cara yang berbeda", kata Yuri Mahatma, co-founder Festival yang juga seorang musisi jazz.

"Festival kami tidak hanya menampilkan musisi besar dan band internasional serta nasional dalam dua hari, tetapi juga memberikan pengalaman yang mengesankan kepada para penonton dengan memberikan beberapa nilai tambah seperti desain lay out yang canggih namun membumi yang dirancang sedemikian rupa oleh tim arsitektur kami (Archimetriz Design) untuk memastikan bahwa penonton masih bisa merasakan kearifan lokal", tambahnya.

"Intinya adalah, kita menaruh perhatian dan usaha ekstra untuk setiap detailnya karena kami percaya bahwa keindahan berasal dari sesuatu yang detail", kata Anom, yang juga co-founder Festival dan bertanggung jawab dalam produksi. "Kami sudah melakukan ini sejak tahun pertama kami, dan ini berjalan dengan sangat baik," tambahnya.

Di tahun 2017 ini, UVJF menyuguhkan lineup yang lebih imajinatif dan eklektik, yang menyatukan para musisi dari berbagai variasi jenis musik mainstream, modern, tradisional dan Latin. Highlight dari Festival tahun ini adalah musisi muda berbakat Gerald Clayton Trio yang akan tampil dengan Joe Sanders (pemain bass) dan Gregory Hutchinson (pemain drum). Gerald telah empat kali dinominasikan oleh penghargaan bergengsi , GRAMMY.

Clayton, yang memenangkan posisi kedua di ajang Kompetisi Piano Jazz Thelonious Monk Institute pada tahun 2006, juga memperoleh nominasi GRAMMY tahun 2010 untuk Best Improvised Jazz Solo atas karya aransemen Cole Porter “All Of You”. Sementara “Battle Circle,” komposisinya bersama The Clayton Brothers, menerima nominasi Grammy untuk Best Jazz Instrumental Composition pada tahun 2011. Dia juga menerima nominasi GRAMMY pada tahun 2012 dan 2013 untuk Best Jazz Instrumental Album for Bond: The Paris Session (Concord) dan Life Forum (Concord), album kedua dan ketiganya.

Joe Sanders sudah tidak diragukan lagi, merupakan salah satu pemain bass muda paling dicari di generasinya. Baru-baru ini ia ditempatkan sebagai runner up di final International Society of Bassists Jazz Bass Competition dan Thelonious Monk Institute’s  Internasional Jazz Bass Competition.

Penampilan Gerald Clayton Trio ini semakin solid dengan kehadiran Gregory Hutchinson, pemain drum jazz modern. Menurut Martin Kunzler, permainan  drumnya sangat hidup dan berbeda, mengingatkannya pada Roy Haynes dan Philly Joe Jones. Menurut Jazz Magazine, ia adalah "drummer dari generasinya".

Gitaris Bali yang sudah diakui dunia internasional, Balawan, akan tampil mengusung konsep musiknya dengan campuran gamelan Bali (Batuan Ethnic).

Sebagai bagian dari dukungan kebudayaan, Kedutaan Besar Australia mendukung kedatangan Steve Barry  Quartet. Dia adalah pemenang Bell Award 2013 untuk Young Artist Jazz Australia of the Year dan runner-up di National Awards Jazz 2013. Steve Barry adalah seorang pianis, organis, komposer dan improviser yang berbasis di Sydney, Australia.

Sementara itu Insititut Francaise Indonesia membawa serta Samy Thiebault Trio, sebuah grup jazz dari Prancis yang akan mengusung konsep jazz modern.

Lineup UVJF tahun ini akan dihiasi juga dengan penampilan pemain trombone legendaris Indonesia, Benny Likumahua, yang akan berbagi panggung bersama dengan anaknya, yang juga merupakan salah satu pemain bass muda yang disegani di Indonesia, Barry Likumahua.

Dan untuk pertama kalinya, Kedutaan Austria akan mendukung ,,b.good Vogel’’ Duo. Marc Vogel dan Lukas Schiemer menggabungkan jazz modern dengan musik groove populer.  

Untuk lineup lainnya dapat dilihat di situs resmi kami www.ubudvillagejazzfestival.com

Tak ketinggalan pula, big band kebanggaan German, Glen Buschmann Jazz Academy akan hadir  membawakan aransemen music jazz yang ciamik.

Advetorial

populerRelated Article