Yang Online yang Online, ini 4 Startup Unicorn Asal Indonesia

18 February 2019 by
<i>Yang Online yang Online</i>, ini 4 Startup Unicorn Asal Indonesia

(Ilustrasi: TechStartups.com)

Uzone.id -- Nggak nyangka, unicorn bisa mendadak jadi pembahasan tingkat nasional gini. Padahal dulu kalau lihat unicorn di film-film, rasanya magical banget namun tahu betul itu semua cuma fantasi. Tapi, hari gini, unicorn itu nyata!

Minimal Pak Prabowo yang semalam baru menjalani debat Capres putaran kedua mengakui kalau unicorn itu memang nyata, meskipun hanya diketahui sebatas “yang online-online” saja. Tapi semoga Pak Prabowo nggak keliru ya, nanti netijen dianggap unicorn juga lagi, ‘kan online mulu kerjaannya...

Baca juga: 5 Startup Asal China yang Siap Mendunia

Membahas istilah unicorn di era digital seperti ini tentu lebih dari sekadar makhluk mitos kuda yang punya tanduk. Unicorn jadi istilah umum di dunia ekonomi digital yang memiliki arti perusahaan startup dengan nilai valuasi yang tembus US$1 miliar.

Fantastis, bukan? Yang lebih fantastisnya lagi, di Asia Tenggara itu ada 7 perusahaan startup unicorn, 4 di antaranya berasal dari Indonesia, lho!

Tahu nggak apa aja?

1. Gojek

Yup, layanan digital pimpinan Nadiem Makarim ini adalah startup pertama asal Indonesia yang mendapat gelar “Unicorn”, tepatnya pada 4 Agustus 2016 setelah menerima pendanaan sebesar US$550 juta dari konsorsium 8 investor yang digubah oleh Warbrug dan Sequoia Capital.

Hebatnya lagi, gojek kembali menerima kucuran dana dari Tencent Holding dan JD.com senilai US$1,2 miliar pada 4 Mei 2017. Total pendanaan startup ini berada di angka US$1,75 miliar. Kalau dihitung, status “Unicorn” ini berhasil disandang perusahaan setelah 6 tahun berdiri.

2. Tokopedia

Investasi terbesar Tokopedia berasal dari kucuran dana Alibaba sebesar US$1,1 miliar pada 17 Agustus lalu. Mengutip Crunchbase, gara-gara ini total pendanaan Tokopedia secara keseluruhan mencapai US$1,347 miliar.

Sama seperti Gojek, gelar “Unicorn” bertengger di Tokopedia setelah perusahaan berdiri selama 6 tahun.

3. Traveloka

Layanan digital satu ini berhasil mendapat gelar “Unicorn” setelah 5 tahun berdiri. Suntikan dana yang membuatnya sukses menyandang status “Unicorn” adalah ketika menerima suntikan dana sebesar US$350 juta dari Expedia. Total pendanaan layanan pemesanan tiket online ini menyentuh angka US$500 juta.

4. Bukalapak

Pada 10 Januari 2018 CEO Bukalapak Ahmad Zaky mengumumkan bahwa perusahaannya berhasil menjadi “Unicorn” ke-empat Indonesia. Sayangnya tentang investasi yang melambungkan nilai valuasi perusahaan tidak diungkap. Ke depannya Bukalapak akan terus mendorong UKM di Indonesia untuk “naik kelas” menjadi basis online dan berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi nasional.

 

Gimana? Sudah paham ‘kan sekarang kalau “Unicorn” itu bukan sekadar “yang online, yang online” saja hi-hi-hi.

 

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

2658 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
ikhsan lovers36 31 May 2019 | 13:41:13

the best lah buat startup di atas moga bisa terus berkembang

Ahmad Habibi 31 May 2019 | 13:13:33

semoga banyak penghasilan ya dan banyak yang suka infonya ya

Halloween Kill Day's 22 May 2019 | 22:31:33

apa itu mungkin aku masih belum paham kali ya

Muis 28 19 May 2019 | 09:52:04

wah jadi tau nih ane tentang yangvnamanya unicorn

Yee Dhiaf 19 May 2019 | 08:33:20

unicorn bisa mendadak jadi pembahasan

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top